pergi lah bila itu bisa membuat mu bahagia..
berjalan lah dan jangan pernah menoleh kebelakang lagi..
pergi lah dan bawalah seluruh rasa ku..
biar aku disini tanpa secercah rasa dan asa
membangun dan membuka asa dan rasaku padamu butuh doa dan jawaban dari TUHAN
ku..
ketika doa mendapat jawaban ku terima dengan sukacita dan penuh cinta
namun kini persembahan dari doa kita harus tersia..
biar lah jangan di risaukan
mari kita kembali kan kepadaNYA
bukan kita yang mengkhianti doa kita..
tapi memang jalan nya harus tersia..
tersenyum lah engkau untuk kebahagianmu
dan aku akan tersenyum untuk kebahagianmu juga..
tentang kebahagian ku..??
tak perlu engkau risaukan..
bahagia melihat engkau bahagia
itu cukup membahagian kan untuk ku..
kembali ku katakan..
akan kubangun tembok setinggi cakrawala
di dalam kisi hati ku..
dan takkan kubiar kan seorang pun untk menggapai nya..
sampai TUHAN ku membuka kan nya..
akan ku jalani asa ku sendiri..
takkan ku toleh kan lagi ke hadapmu..
bahagiaku untukmu..
Selengkapnya...
BAHAGIA UNTUKMU
3 hal yang membuat orang bodoh
Ada 3 penyebabnya orang bodoh atau tetap bodoh dan selalu bodoh....
/1/ Pikiran yang tertutup.
Tak mau dan tak mampu membuka pikiran untuk idea-idea yang baru.
Idea dari siapa saja, dari mana saja dan kapan saja.
Pikiran yang tertutup menyebabkan kita komat kamit dan bolak balik
dengan yang itu-itu saja.
Bayangkanlah bagaimana pengap, jenuh, basi dan membosankan dunia yang
itu-itu saja.
Orang bisa jadi picik, dangkal dan fanatik yang hanya mampu melihat
jangka pendek.
Dengan kata lain tak pernah mampu punya vision, dream atau idea buat
masa depan.
Alangkah kasihan hidup bagaikan kodok di bawah tempurung!
/2/ Malas dan mau segalanya.
Pada tahun 1945, Jepang dan Jerman hancur lebur dan tinggal puing-puing
berserakan.
Pada tahun 1945 Indonesia merdeka.
59 tahun kemudian, lihatlah Jepang!
Lihatlah Jerman!
Bagaimana mereka bisa membangun negaranya dari puing-puing masa lalu
menjadi negara yang top di dunia!
Lihatlah kita!
Tuhan memberi kepulauan yang indah permai dan kaya raya alamnya.
Tapi apa yang terjadi?
Kita cuma mau enaknya saja, dengan kata lain malas!
Dan yang paling sedih, kita mau segalanya!
Berjalanlah di kotamu, buka mata dan pasang telinga. Kau tahu apa maksudku!
Mobil mewah, TV, Fax, radio, dvd, pc dan hp dan segala penemuan baru
abad ini, di mana-mana.
Tapi tak ada yang diciptakan oleh kita.
Kita cuma puas bisa beli dan beli dan terus membeli dan mau segalanya.
Semakin banyak yang dipunya semakin banyak yang diinginkan.
Bagaimana tidak? Setiap tahun model terbaru bermunculan!
Kita tak mampu membedakan, apa yang kita perlu dan apa yang kita "mau".
/3/ Iri dan cemburu.
Kalau kita melihat orang lain sukses, kita jadi merasa tak suka pada mereka.
Kalau orang lain lebih pintar, kita jadi menganggap mereka sebagai lawan.
Kalau orang lain bisa kaya, kita jadi menganggap mereka sebagai bukan
bagian dari kita.
Segala kebodohan kita, kemiskinan kita dan ketidak berdayaan kita,
disalahkan pada orang lain.
Salahnya USA, Cina, Yahudi, Singapore, umat yang kafir (agama yang
berbeda?), ORBA, cukong, non pribumi, kapitalis, komunis dan sejuta
kambing hitam, coklat atau putih lainnya.
Kita tak berani dan tak mau berkaca.
Cobalah berkaca dan lihat wajahmu disana!
Mungkin kau tak suka melihat wajahmu yang jelek dan busuk di kaca?
Yang jelas kita perlu berkaca demi masa depan kita!
Cobalah hidup tanpa cemas, iri atau cemburu pada orang lain!
Jangan beranggapan agama-mu paling hebat di dunia dan Tuhan-mu paling jago!
Itu malah merendahkan diri dan kepercayaan kita sebagai manusia bermutu.
Cobalah untuk mengerti dan punya kasih sayang pada sesamamu.
Itulah sekedar sumbangan saya.
Seorang yang masih bodoh tapi selalu giat belajar dari siapa saja, kapan
saja dan dimana saja.
Semoga dengan tukar pikiran dengan penulis lainnya, aku bisa mengurangi
kebodohanku.
Simpangampek 2204.
Salam buat yang suka belajar.
Selengkapnya...
Label:menu utama hikmah, renungan, tips n trik, wacana
istri pertama
Suatu Kisah Menarik yang penuh hikmah tentang Pedagang Kaya dengan empat Orang Istrinya.
Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.
Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya. Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.
Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.
Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami. Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri." Lalu ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi. Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. "Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku? Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.
Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu. Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku."
Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini. Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.
Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.
Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan
Selengkapnya...
Label:menu utama cerita, hikmah, renungan, tips n trik, wacana